Senin, 29 Juni 2009

Encouraging Quotation #1

Anda tidak berada di sini hanya untuk sekadar hidup. Anda berada di sini untuk memampukan dunia agar hidup lebih memadai, dengan visi lebih besar dan dengan semangat yang lebih halus atas harapan dan pencapaian. Anda berada di sini untuk memperkayakan dunia. Anda memiskinkan diri Anda sendiri jika Anda melupakan kekeliruan ini. – Woodrow Wilson.

It’s better to fail in originality, than succeed in imitation. – Herman Melville.

There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle. – Albert Einstein.

We don’t see things as they are. We see them as we are. – Anais Nin.

I am still learning. – Michaelangelo.

I am always doing that which I cannot do in order that I may learn how to do it. – Pablo Picasso.

Setiap waktu dalam kehidupan Anda dapat menjadi permulaan dari sebuah perkara yang besar. – Leo Buscaglia.

Jadilah baik, lebih baik; dan yang terbaik; jangan pernah berhenti sampai yang baik dari kita menjadi lebih baik dan yang lebih baik menjadi yang terbaik. – Anonymous.

Visi tanpa tindakan hanyalah sebuah mimpi. Tindakan tanpa visi hanyalah membuang waktu. Visi dengan tindakan akan mengubah dunia. – Joel Arthur Barker.

Jalan terbaik untuk bebas dari masalah adalah dengan memecahkannya. – Alan Sporta

Seseorang tanpa tujuan hidup bagaikan kapal tanpa kendali. – Thomas Carlyle.

Masa depan adalah milik mereka yang sungguh-sungguh hidup di masa kini. – Anonymous.

Sesuatu mungkin mendatangi mereka yang mau menunggu, tapi hanya didapatkan oleh mereka yang bersemangat mengejarnya. – Abraham Lincoln.

Sukses bukanlah akhir dari segalanya, kegagalan bukanlah sesuatu yang fatal, tetapi keberanian untuk meneruskan kehidupanlah yang diperhitungkan. – Sir Winston Churchill.

Tuhan tidak melihat medali, gelar maupun ijazah yang Anda miliki, melainkan Ia melihat bekas luka. – Elbert Hubbard.

Jangan biarkan kenangan hari kemarin membayangi langkah Anda pada hari ini. – Will Rogers.

Jika Anda takut dengan masa depan Anda, Anda tidak hidup di masa kini. – James Petersen.

Dia yang berani bertanya terlihat bodoh beberapa saat, tapi dia yang tidak berani bertanya akan menjadi bodoh selamanya. – Anonymous.

Tidak ada perkara besar yang diciptakan secara tiba-tiba. – Epictetus.

Langkah pertama untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan di dunia ini adalah: Putuskan apa yang menjadi keinginan Anda. – Ben Stein.

Putuskan untuk melakukan apa yang kau inginkan dan lakukan tanpa gagal apa yang sudah kau putuskan. – Benjamin Franklin.

Jangan biarkan ketakutan menghalangi hasrat Anda untuk mengejar pengharapan. – John F. Kennedy.

Seseorang dapat meraih kesuksesannya dalam segala hal bila dia memiliki semangat yang tidak terbatas. – Charles M. Schwab.

Anda mendapatkan yang terbaik dari orang lain apabila Anda memberikan yang terbaik dari diri Anda kepada orang lain. – Harry Firestone.

Untuk mengerjakan sebuah perkara besar, kita tidak hanya bertindak, tapi juga bermimpi; tidak hanya berencana, tapi juga percaya. – Anatole France.

Seseorang harus cukup berjiwa besar untuk mengakui kesalahannya, cukup bijaksana untuk belajar dari kesalahannya dan cukup kuat untuk memperbaiki dirinya. – John C. Maxwell.

Kehidupan seseorang menjadi berubah saat dia merubah dirinya. – Andrew Matthews.

Rabu, 24 Juni 2009

Empat Obat Mujarab

Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat.

Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan; “Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh.”

Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan yang amat dalam.

Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: “Dengarlah.” Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang memecah bibir pantai. Ia bahkan secara perlahan-lahan mampu mendengarkan setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.

Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar kertas bertulis; “Mengingat”. Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar bathinnya.

Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia menemukan secaraik kertas dengan tulisan: “Menimbang dan menilai motivasi”. Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama ia membuka usaha adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh. Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain. Ia kini seakan telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang senantiasa membuatnya cemas.

Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: “Tulislah segala kecemasanmu di bibir pantai.” Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata “cemas”. Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya. Bibir pantai seakan disapu bersih, kata “cemas” yang baru ditulisnya hilang ditelan ombak.

-------------------------------

Siapakah tokoh utama dalam kisah di atas??? Mungkin aku, mungkin pula anda. Pernahkah aku secara tulus mendengarkan bahasa bathinku sendiri? Atau pernahkah aku mengingat segala yang manis maupun pahit yang terjadi di masa silam namun telah membentuk siapa aku saat ini?? Apa yang menjadi motivasi utama hidupku hari ini dan besok?? Dan apa kecemasanku??

Mari kita menuliskan setiap beban dan kecemasan kita di atas salib kematian Yesus, Salib yang memberikan kekuatan. Sebab Ia sendiri pernah berkata; “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mat 11:28)


--- Unknown ---



Senin, 22 Juni 2009

Welcome Notes

Welcome,
Everyone is invited, everyone is loved.
If you are confused with this life,
you need someone to stay by your side,
don't hesitate to ask for His presence.

Jesus loves you, He cares for your life.
Though maybe you don't like about this life,
indeed He still loves you and your life,
come closer to Him and never let Him go.

This site is dedicated to help anyone to know about life, dreams, and everything your heart desires. You can find encouraging stories, articles, parables, poems, etc. that will boost your soul.
If you want to help this site, please don't hesitate to send your articles, stories, poems or whatever it is (as long as it's encouraging).
You can email me at holy_vink@yahoo.com

Thank you and God bless you abundantly,

Ivan (Holy Vink)

I Know Who Holds Tomorrow

I don't know about tomorrow, I just live from day to day
I don't borrow from its sunshine, for its skies may turn to gray
I don't worry over the future, for I know what Jesus said
And today I'll walk beside Him, for He knows what is ahead.

Every step is getting brighter, as the gold enstatite I climb
Every burdens getting lighter,
Every cloud is silver lined
There the sun is always shinning
There no tear will dim the eye
At the ending of the rainbow, where the mountains touch the sky

I don't know about tomorrow, It may bring me poverty
But the one who feeds the sparrow, is the one who stands by me
And the path that is my portion, may be through the flame or flood
But His presence goes before me, and I'm covered with His blood

Many things about tomorrow, I don't seem to understand
But I know who holds tomorrow
And I know who holds my hand

--- Unknown ---



Jumat, 19 Juni 2009

The Colors of the World

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar. Semua menganggap dirinyalah yg terbaik yg paling penting yg paling bermanfaat yg paling disukai.

HIJAU berkata: "Jelas akulah yg terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan & harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan & dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit & samudra luas. Airlah yg menjadi dasar kehidupan & awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang, kedamaian & ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa."

KUNING cekikikan: "Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan & kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning & bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tdk ada kesenangan."

ORANGE menyusul dengan meniupkan trompetnya: "Aku adalah warna kesehatan & kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga & pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi horizon saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tdk bisa diam lebih lama & berteriak: "Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya & keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat & cinta, mawar merah & bunga poppy."

UNGU bangkit & berdiri setinggi-tingginya ia mampu: Ia memang tinggi & berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan & kekuasaan. Raja, Pemimpin & para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas & kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan & menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yg lainnya, namun dengan kekuatan niat yg sama: "Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran & refleksi, matahari terbenam & kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan & kontras, untuk doa & ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, Hujan berbicara: "WARNA-WARNA, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yg lain. Tidakkah kalian tahu bhw kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik & berbeda? Berpegangan tanganlah & mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yg kemudian berkata: "Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bhw kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan Hari Esok." Jadi, setiap kali HUJAN deras membasahi dunia, &
saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

Masing-masing kita mempunyai sesuatu yang unik kita semua diberikan kelebihan untuk membuat perubahan di dunia & saat kita menyadari pemberian itu, lewat kekuatan visi kita, kita
memperoleh kemampuan untuk membentuk masa depan ....

--- Unknown ---

Selasa, 16 Juni 2009

Sebelum Kau Mengeluh

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kamu lelah dan menegluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup!

Sabtu, 13 Juni 2009

Tuhan itu Ada

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,
"Saya tidak percaya Tuhan itu ada."
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan.... untuk menyadari
bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada penyakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kacau balau, amburadul dan jenggot yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke
saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui. "Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini." Si tukang cukur terbengong !!!!

--- Unknown ---